Harga TBS Sawit Kaltim Stabil di Atas Rp3.600/Kg Meski Menghadapi Tren Penurunan

Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kalimantan Timur menunjukkan stabilitas meskipun mengalami penurunan dalam periode 16–31 Mei 2026. Meskipun ada tren penurunan, harga TBS tetap berada di level yang cukup tinggi, dengan nilai tertinggi mencapai Rp3.617,10 per kilogram. Hal ini menandakan bahwa pasar tetap memiliki daya tarik meskipun tantangan muncul.
Kondisi Harga TBS Sawit di Kalimantan Timur
Dinas Perkebunan Kalimantan Timur telah menetapkan bahwa harga TBS tertinggi berasal dari tanaman kelapa sawit yang berusia sekitar 10 tahun. Bagi tanaman berusia tiga tahun, harga TBS tercatat pada angka Rp3.176,62 per kilogram. Fluktuasi harga ini menjadi perhatian bagi para petani dan pelaku industri sawit di daerah ini.
Faktor Penyebab Penurunan Harga
Ahmad Muzakkir, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perkebunan Kalimantan Timur, menjelaskan bahwa penurunan harga TBS sebagian besar disebabkan oleh melemahnya harga crude palm oil (CPO) dan inti sawit (kernel) di hampir semua perusahaan yang dijadikan acuan dalam penetapan harga. Penurunan ini tidak hanya berdampak pada harga TBS, tetapi juga pada pendapatan petani sawit yang bergantung pada harga pasar.
“Penurunan ini tentu berdampak pada harga TBS yang diterima petani sawit di Kaltim,” ungkapnya pada Selasa (2/6/2026). Hal ini menegaskan bahwa harga TBS sangat dipengaruhi oleh kondisi pasar global dan lokal yang tidak stabil.
Rincian Harga TBS Berdasarkan Usia Tanaman
Pada periode yang sama, harga rata-rata tertimbang untuk CPO ditetapkan sebesar Rp15.188,44 per kilogram, sedangkan harga kernel berada pada level Rp14.780,48 per kilogram. Rincian harga TBS berdasarkan umur tanaman menunjukkan adanya variasi yang signifikan:
- Tanaman berusia 10 tahun: Rp3.617,10 per kilogram
- Tanaman berusia 9 tahun: Rp3.591,32 per kilogram
- Tanaman berusia 8 tahun: Rp3.548,32 per kilogram
- Tanaman berusia 7 tahun: Rp3.491,80 per kilogram
- Tanaman berusia 6 tahun: Rp3.442,01 per kilogram
Pentingnya Kemitraan antara Petani dan Pabrik
Muzakkir menekankan bahwa harga yang ditetapkan tersebut berlaku khusus untuk petani sawit yang menjalin kemitraan dengan perusahaan pemilik pabrik kelapa sawit (PKS), terutama petani plasma. Model kemitraan ini sangat penting guna memastikan bahwa petani mendapatkan harga yang adil dan terhindar dari praktik eksploitasi oleh tengkulak.
“Dengan adanya kerja sama antara kelompok tani dan pihak pabrik minyak sawit, diharapkan harga TBS yang diterima petani tetap sesuai dengan harga normal. Hal ini juga menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan petani kelapa sawit di Kaltim,” jelasnya. Kerjasama yang baik ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem yang sehat bagi semua pihak yang terlibat dalam industri kelapa sawit.
Peluang dan Tantangan di Masa Depan
Dalam menghadapi tantangan yang ada, penting bagi para petani dan pelaku industri kelapa sawit di Kalimantan Timur untuk tetap beradaptasi dengan perubahan pasar. Mengingat harga TBS yang masih stabil di atas Rp3.600 per kilogram, ada harapan untuk pemulihan harga yang lebih baik di masa mendatang.
Beberapa langkah yang dapat diambil untuk meningkatkan harga TBS antara lain:
- Meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan oleh petani.
- Menjalin kemitraan yang lebih kuat dengan pabrik.
- Melakukan diversifikasi produk olahan kelapa sawit.
- Memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan efisiensi produksi.
- Menjaga keberlanjutan lingkungan dalam proses produksi.
Kesimpulan: Menjaga Stabilitas Harga TBS
Stabilitas harga TBS sawit di Kaltim menjadi indikator penting bagi kesehatan ekonomi petani sawit. Meskipun ada penurunan harga yang dihadapi saat ini, upaya untuk menjaga kemitraan yang baik serta meningkatkan kualitas produk akan menjadi kunci untuk menghadapi tantangan di masa depan. Dengan strategi yang tepat, diharapkan harga TBS dapat kembali pulih dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi petani dan masyarakat secara keseluruhan.