Optimalisasi Shalat Idul Fitri di Lapangan Cindua Mato, Pemkab Tanah Datar Tetap Fasilitasi Meski Potensi Perbedaan Penetapan 1 Syawal

Dalam rangka memfasilitasi pelaksanaan shalat Idul Fitri yang meriah dan bermakna, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar telah memastikan siap mengakomodasi shalat idul fitri di lapangan Cindua Mato Batusangkar. Meski ada potensi perbedaan penetapan 1 Syawal, upaya ini diharapkan dapat mempersatukan umat Islam di wilayah tersebut.
Persiapan Shalat Idul Fitri di Lapangan Cindua Mato
Pada pertemuan yang dipimpin oleh Ketua Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Tanah Datar, Ahmad Fadly, yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Tanah Datar, telah disampaikan tentang persiapan pelaksanaan shalat Idul Fitri. Pertemuan ini berlangsung pada Selasa malam (17/3/2026) di Gedung Indo Jolito Batusangkar.
Salah satu harapan yang disampaikan oleh Ahmad Fadly adalah agar perayaan Idul Fitri tahun ini dapat berlangsung serentak di seluruh wilayah. Meski demikian, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan kebersamaan meski ada perbedaan penetapan hari raya.
Proyeksi Pelaksanaan Idul Fitri 1447 H
“Mengacu pada hisab, Idul Fitri 1447 H diperkirakan jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Namun, jika merujuk pada rukyat, kita masih menantikan keputusan hasil sidang isbat dari pemerintah pusat,” tutur Ahmad Fadly.
Beliau menambahkan, sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait telah menunjukkan kesiapan mereka dalam mendukung pelaksanaan shalat Idul Fitri. Beberapa di antaranya adalah Dinas Perhubungan yang akan mengatur pengalihan arus lalu lintas dan parkir, Satpol PP Damkar, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pertanian dan Peternakan, Bagian Umum, serta petugas PHBI dan relawan dari jamaah masjid dan musala di sekitar Kota Batusangkar.
Penyelenggaraan Shalat Idul Fitri Jika Hujan
“Jika cuaca tidak mendukung dan hujan turun, lokasi pelaksanaan shalat Idul Fitri akan dipindahkan ke masjid-masjid yang telah ditentukan sebelumnya,” kata Ahmad Fadly. Pengurus masjid dan musala di sekitar Kota Batusangkar juga akan dilibatkan dalam pelaksanaan shalat Idul Fitri.
Skenario Pelaksanaan Shalat Idul Fitri
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Tanah Datar, Afrizon, yang bertindak sebagai moderator dalam rapat tersebut, mengungkapkan bahwa pemerintah daerah telah merancang dua skenario pelaksanaan shalat Idul Fitri jika terjadi perbedaan penetapan 1 Syawal.
- Jika 1 Syawal jatuh pada Jumat berdasarkan hisab, khatibnya adalah Prof. Dr. Ismail Novel, M.Ag dan imam Darussalam, S.Pd.I.
- Sementara jika jatuh pada Sabtu berdasarkan rukyat, khatibnya adalah Kepala Kementerian Agama Tanah Datar dan imam Dodi Hendra, S.Pd.I., M.A.
Penetapan 1 Syawal 1447 H
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Tanah Datar, yang diwakili oleh Kasi Bimas Islam Abu Hanifah, menyatakan bahwa penetapan 1 Syawal 1447 H oleh pemerintah masih menunggu hasil sidang isbat yang dijadwalkan pada Kamis, 19 Maret 2026.
“Terkait penetapan 1 Syawal 1447 H, ada kemungkinan terjadi perbedaan. Berdasarkan perhitungan hisab, posisi hilal diperkirakan berada pada ketinggian sekitar 1 hingga 3 derajat, sehingga potensi perbedaan penetapan masih terbuka,” jelasnya.
Abu Hanifah berharap agar pemerintah daerah tetap mempersiapkan dua skenario pelaksanaan shalat Idul Fitri, yaitu pada Jumat dan Sabtu.
Rapat persiapan tersebut juga dihadiri oleh kepala OPD terkait, Camat Lima Kaum, Wali Nagari Baringin, pengurus PHBI, serta pengurus masjid dan musala di sekitar Kota Batusangkar.

