WIKA Catat Penurunan Utang Usaha Rp 1,79 Triliun dan Kontrak Baru Rp 17,46 Triliun di 2025

Dalam dunia bisnis yang penuh dinamika, pengelolaan utang menjadi salah satu indikator penting untuk menilai kesehatan keuangan suatu perusahaan. WIKA, sebagai salah satu pemain utama dalam industri konstruksi dan infrastruktur di Indonesia, berhasil menunjukkan kemajuan signifikan dalam pengelolaan utang dan kontrak baru di tahun 2025. Dengan pencapaian penurunan utang usaha yang mencapai Rp 1,79 triliun dan kontrak baru senilai Rp 17,46 triliun, WIKA memperlihatkan komitmennya dalam menjaga kestabilan finansial di tengah tantangan yang ada.
Pencapaian Kontrak Baru dan Kinerja Penjualan
Sepanjang tahun 2025, WIKA mencatatkan kontrak baru dengan total nilai Rp 17,46 triliun. Angka ini berkontribusi pada total kontrak yang sedang berjalan mencapai Rp 50,52 triliun. Pencapaian ini menjadi bukti kemampuan perusahaan dalam meraih proyek-proyek besar yang berpotensi memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan jangka panjang.
Kontrak yang berhasil diraih tersebut, berimbas langsung pada kinerja penjualan perusahaan yang mencapai Rp 20,45 triliun. Dari jumlah tersebut, penjualan yang tidak terikat dalam kerja sama operasi (KSO) mencapai Rp 13,33 triliun, sedangkan penjualan melalui KSO adalah sebesar Rp 7,12 triliun. Hal ini mengindikasikan diversifikasi sumber pendapatan yang baik dan strategi pemasaran yang efektif.
Peningkatan Profitabilitas
WIKA juga berhasil mencatatkan laba kotor sebesar Rp 1,13 triliun, yang menunjukkan peningkatan Gross Profit Margin (GPM) dari 7,9 persen pada tahun sebelumnya menjadi 8,5 persen di tahun 2025. Peningkatan ini didorong oleh fokus perusahaan pada core business-nya, yakni sektor infrastruktur dan gedung, serta kegiatan engineering, procurement, construction, and commissioning (EPCC).
Keberhasilan ini tidak lepas dari keunggulan operasional yang dimiliki WIKA, yang tercermin dalam capaian laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) sebesar Rp 426,52 miliar. Kemampuan ini menunjukkan bahwa perusahaan semakin efisien dalam mengelola proyek dan biaya operasionalnya, meskipun tengah menjalani proses restrukturisasi.
Restrukturisasi Keuangan dan Pengelolaan Utang
Di tengah pencapaian positif, WIKA juga menunjukkan komitmen dalam memperbaiki struktur keuangan. Perusahaan ini mencatatkan penurunan utang usaha sebesar Rp 1,79 triliun dan utang berbunga sebesar Rp 2,08 triliun, dengan penurunan masing-masing sebesar 29,5 persen dan 5,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Ini merupakan langkah strategis yang menandakan pengelolaan utang yang bijaksana dan proaktif.
Penurunan utang yang signifikan ini mencerminkan kemampuan WIKA dalam mengelola proyek secara efisien dan berkelanjutan. Komitmen perusahaan untuk terus menurunkan kewajiban utang sekaligus menjaga arus kas yang sehat, menjadi poin penting di tengah tekanan industri dan tantangan yang ada.
Strategi Penyelesaian Piutang dan Kesehatan Finansial
Selain fokus pada pengelolaan utang, WIKA juga mengimplementasikan delapan langkah strategis dalam stream penyehatan keuangan. Perusahaan ini terus berupaya untuk mempercepat penyelesaian piutang melalui berbagai metode, baik melalui mediasi hukum maupun upaya penagihan langsung.
- Peningkatan efisiensi operasional
- Penagihan piutang lebih agresif
- Mediasi hukum untuk penyelesaian sengketa
- Restrukturisasi utang yang lebih baik
- Komunikasi intensif dengan stakeholder
Upaya tersebut menunjukkan hasil yang positif dengan penurunan nilai piutang sebesar Rp 1,89 triliun atau 29,2 persen, sehingga total nilai piutang kini menjadi Rp 4,58 triliun. Selain itu, nilai pekerjaan yang sedang dalam proses konstruksi juga menurun sebesar Rp 1,15 triliun atau 34,6 persen pada tahun 2025, menandakan adanya perbaikan dalam manajemen proyek.
Komitmen untuk Meningkatkan Kinerja Operasional
Corporate Secretary WIKA, Ngatemin (Emin), menegaskan bahwa perusahaan akan terus berupaya untuk meningkatkan kinerja operasional dan melakukan perbaikan struktur permodalan. Menurutnya, peningkatan kinerja operasi dan perbaikan struktur permodalan yang dilakukan secara konsisten melalui delapan stream penyehatan keuangan adalah fondasi penting untuk menjaga keunggulan dan keberlangsungan perusahaan.
WIKA berkomitmen untuk melakukan restrukturisasi komprehensif pada tahun 2026, dengan tujuan untuk mengurangi beban keuangan dari proyek-proyek yang sedang dikerjakan dan melakukan divestasi atas aset-aset yang tidak memberikan laba. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat posisi keuangan perusahaan dan meningkatkan profitabilitas di masa mendatang.
Dukungan Stakeholder dan Komunikasi Intensif
Dalam melaksanakan transformasi, WIKA percaya bahwa dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemegang saham, kreditur, mitra kerja, dan semua stakeholder lainnya, sangat diperlukan. Oleh karena itu, perusahaan akan terus melakukan komunikasi yang intensif dengan pemegang saham mayoritas untuk mendapatkan dukungan yang dibutuhkan, serta dengan kreditur untuk mendukung rencana penyehatan yang telah dirumuskan.
Dengan langkah-langkah yang diambil, WIKA berupaya untuk tidak hanya memperbaiki kondisi keuangannya tetapi juga untuk memastikan keberlanjutan dan pertumbuhan jangka panjang. Di tengah tantangan industri, perusahaan ini menunjukkan bahwa dengan strategi yang tepat, utang usaha dapat dikelola dengan baik dan memberikan hasil yang positif.





